Egoisme Jakarta
Jakarta, kota yang masih menjadi primadona rakyat indonesia dimanapun. Entah daya tarik apa yang bisa membuat orang2 semakin banyak datang ke ibu kota.
Semakin hari, ibukota bertambah padat, pengap dan panas. Ditambah lagi dengan fenomena macet dan banjir yang tak kunjung ada solusinya.
Jakarta, adalah kota yang menarik bagi banyak orang, karena lengkapnya fasilitas yang ada, dan laju ekonomi yang sangat cepat. Di Jakarta, anda bisa kaya mendadak, bisa juga miskin mendadak. Namun sadarkah anda, ditengah problematika jakarta yang kian ruwet, ternyata masyarakat jakarta menyimpat rasa EGO yang SANGAT TINGGI.
Egoisme yang berlebihan tersebut lah yang menyebabkan jakarta semakin semrawut dan tidak bisa dikendalikan lagi.
Sadarkah anda, bahwa hampir semua rumah, gedung dan kendaraan di jakarta menggunakan AC (pendingin ruangan)? nah.. sadarkah anda para pengguna AC, bahwa setiap kali anda menghirup udara sejuk di ruangan anda, pada saat itu juga anda menghembuskan udara panas ruangan anda ke luar?!
Semakin banyak orang ingin menikmati ademnya hawa jakarta (dengan AC), semakin banyaklah udara panas yang di hembuskan keluar ruangan, gedung ataupun kendaraan. maka, SEMAKIN PANASLAH udara kota jakarta. Hal ini mencerminkan betapa egoisnya masyarakat jakarta, terutama kalangan menengah atas, yang rela membiarkan saudara2 nya diluar sama "menikmati" PANASNYA udara dari EXHAUST AC anda. Kini, tak ada lagi orang yang tahan berlama-lama ditengah panasnya jakarta. Semua berlomba membeli AC hanya untuk kenyamanan pribadi.
Kasus lain akan Tingginya EGOISME masyarakat jakarta adalah Lalulintas yang Selalu macet, dan sudah sulit dikendalikan. apa penyebabnya? bukan karena pembangunan jalan layang atau korisor busway. tapi karena pengguna jalan yang tidak taat aturan, karena mereka EGOIS!.
Penyerobotan lampu merah, Kendaraan naik trotoar, bahkan kendaraan naik jembatan penyebrangan, adalah contoh nyata egoisme rakyat jakarta yang selalu mementingkan kepentingannya pribadi, daripada kepentingan orang banyak.
Pengendara motor yang naik trotoar, telah MERAMPAS hak pejalan kaki, dan tidak mau ikut antri dalam kemacetan yang SAMA-SAMA kita alami sebagai konsekwensi hidup di perkotaan. bukankan dia egois?
Bayangkan apabila egoisme itu kita sama-sama kurangi. apabila macet, maka kita bisa tetap sabar dan tertib, karena semua orang pun mengalami hal yang sama. Hindari naik ke trotoar, apalagi mengendarai motor melalui jembatan penyebrangan halte busway. Sebuah tindakan yang tidak dewasa dan memalukan.
Egoisme, adalah sumber segala masalah di kota besar kita tercinta. JAKARTA.

